Apa Itu Mental Block?

Pernah mendengar kata mental block sebelumnya? Kata-kata ini sudah cukup familiar beberapa waktu ini.

Umumnya, kata mental block sering digunakan untuk merepresentasikan kondisi dimana pikiran menghambat kita untuk melakukan sesuatu sesuai keinginan kita.

Lalu, apa sebenarnya mental block itu?

Yuk Kenali Apa Itu Mental Block

Mental block berasal dari 2 kata, Mental dan Block. Secara ringkas, mental block merupakan penekanan atau pengekangan terhadap memori atau pikiran dalam diri seseorang.

Mental block bekerja sebagai sebuah hambatan psikologis yang ada dalam diri seseorang yang menghalangi untuk meraih apa yang diinginkan atau dibutuhkannya.

Hal ini bisa terjadi karena adanya suatu pengalaman hidup yang sangat traumatic, baik secara mental maupun fisik sehingga menghasilkan suatu perasaan dan pikiran yang tidak menyenangkan.

Adanya pengalaman yang tidak menyenangkan ini (sangat menyakitkan, menakutkan, dan lain sebagainya) membuat pikiran bawah sadar menangkap ini adalah hal atau pikiran atau memori yang berbahaya sehingga berusaha melindungi dengan berbagai cara.

Beberapa cara pikiran bawah sadar melindungi yaitu dengan membuat lupa akan suatu ingatan, takut melakukan sesuatu yang tampaknya mudah, sbaotase diri pada pekerjaan atau hubungan, dan lain-lain.

Mental block juga bisa terjadi jika secara sadar kita menginginkan suatu perasaan atau memori untuk dilupakan atau dipendam.

Tujuan awal dari melindungi, menekan, atau melupakan ini sebenarnya mencegah agar perasaan atau memori menyakitkan atau menakutkan itu tak terjadi lagi.

Namun, karena terlalu lama terpendam dan mengakar kuat, maka hal itu menjadi sebuah kepercayaan baru yang terkadang menjadi suatu hal yang tidak masuk akal.

Kepercayaan baru yang sudah tidak relevan ini pun akhirnya menghambat potensi seseorang dalam berkembang untuk bisa menjadi lebih besar lagi.

Selaras dengan hukum alam, segala sesuatu memiliki dua sisi koin seperti halnya juga dengan mental block.

Walau memiliki dampak negative, namun mental block juga memiliki dampak positif  seperti menahan kita untuk melakukan hal-hal negative.

Contoh mental block:

Saya mendapat email dari seorang pembaca buku, sebut saja Bu Asri, yang mengeluh bahwa ia telah berusaha keras untuk menaikkan penghasilannya namun selalu gagal.

Setelah membaca buku The Secret of Mindset dan mendengarkan CD Ego State Therapy ia menemukan program pikiran yang menghambat dirinya, khususnya di aspek finansial.

Ternyata dulu, saat akan menikah, ia mendapat wejangan dari ibunya, “Nak, ingat ya… nanti waktu menjadi seorang istri, cintai suamimu dengan tulus, baik di kala suka mapun duka, layani dengan sepenuh hati, tempatkan suami sebagai kepala rumah tangga, jaga perasaan dan harga diri suami, jangan melebihi suamimu…….”

Pembaca, wejangan (baca: program) ini tentu sangat baik. Namun menjadi masalah karena program ini justru menghambat upaya Bu Asri meningkatkan penghasilannya.

Selidik punya selidik ternyata penghasilan Bu Asri saat ini sama dengan penghasilan suaminya. Makanya saat ia berusaha menaikkan income-nya selalu saja ada hambatan.

Program ini yang menghambat dan tujuannya juga sangat “positif” yaitu agar Bu Asri bisa menjadi istri yang baik sesuai wejangan ibunya.

Karena itu, sangat baik untuk mengenal diri dan mental block yang dimiliki agar bisa membantu dalam perkembangan diri kita untuk menjadi lebih baik.

Pergunakan sisi positifnya dan kendalikan sisi negatifnya dengan melepaskan memori negative yang tersimpan. Salah satu cara paling populer dan efektif  saat ini adalah dengan metode hipnoterapi.

Melalui metode hipnoterapi, kalian diajak untuk mengenali memori dan perasaan negative yang mengganggu tersebut dan bisa melihat momen tersebut lebih netral sehingga kalian bisa menangkan pesan yang ingin disampaikan melalui momen tersebut namun tak terbawa perasaan negative yang mengganggu kalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *