Ciri-Ciri Depresi Pada Remaja, Yuk Kenali!

Gangguan depresi memang bisa dialami oleh Siapa saja, termasuk para remaja. Ciri-ciri depresi pada remaja secara medis juga tak jauh berbeda dengan depresi pada orang dewasa.

Ciri-ciri depresi pada remaja yang paling umum adalah perasaan sedih dan kehilangan minat terus menerus. Namun, ada berbagai ciri-ciri lainnya yang juga mungkin terjadi.

Ciri-Ciri Depresi Pada Remaja

Secara keseluruhan, ciri-ciri depresi pada remaja meliputi perubahan sikap dan perilaku yang bisa menyebabkan masalah serta mengganggu kegiatan sosial lainnya.

Perubahan sikap dan perilaku ini bervariasi tingkat keparahannya. Berikut ini beberapa perubahan emosi dan perilaku remaja yang menunjukkan ciri-ciri depresi.

1.Perubahan Emosional

Seorang remaja mungkin akan menunjukkan ciri-ciri depresi melalui perubahan emosional seperti:

  • Perasaan sedih, bisa menangis tanpa alasan yang jelas
  • Frustrasi atau perasaan lekas marah, walaupun hanya karena hal kecil
  • Merasa putus asa atau hampa
  • Suasana hati yang mudah tersinggung atau kesal
  • Kehilangan minat atau kesenangan pada aktivitas yang biasa dilakukan
  • Berkonflik dengan keluarga dan teman
  • Tingkat percaya diri yang rendah
  • Perasaan tidak berharga atau merasa bersalah
  • Menyalahkan diri sendiri atau mengkritik diri sendiri secara berlebihan pada kegagalan masa lalu
  • Sensitivitas ekstrim terhadap penolakan atau kegagalan dan membutuhkan kepastian yang berlebihan
  • Sulit konsentrasi, berpikir, mengingat atau membuat keputusan
  • Terus-terusan berpikir bahwa hidup dan masa depan suram
  • Seringkali memikirkan kematian atau memiliki pikiran bunuh diri

2.Perubahan Perilaku

Selain perubahan emosional, ciri-ciri depresi pada remaja juga bisa dikenali dari perubahan perilaku seperti:

  • Kelelahan dan kehilangan tenaga
  • Insomnia atau terlalu banyak tidur
  • Perubahan nafsu makan, bisa berupa menurunnya nafsu makan dan mengalami penurunan berat badan atau sebaliknya
  • Menggunakan narkoba atau alkohol
  • Gelisah, seperti meremas tangan, tidak bisa duduk tenang atau mondar-mandir
  • Lambat dalam berpikir, bicara dan saat menggerakan tubuh
  • Mengeluhkan nyeri tubuh atau sakit kepala yang tidak dapat dijelaskan
  • Menjauh dari kehidupan sosial
  • Prestasi sekolah menurun atau memburuk
  • Sering tidak masuk sekolah
  • Tidak memerhatikan penampilan atau kebersihan diri
  • Melakukan kegiatan berisiko atau mengganggu atau perilaku lainnya yang tidak biasa
  • Menyakiti diri sendiri, membuat luka secara sadar termasuk juga membuat tato berlebihan
  • Membuat rencana bunuh diri atau percobaan bunuh diri

Memang sulit untuk memastikan gangguan depresi atau hanya emosi biasa. Orang tua perlu memperhatikan perilaku anaknya selama beberapa waktu.

Jika ciri-ciri depresi ini terus terlihat dan mulai mengganggu kehidupan anak, sebaiknya orang tua berbicara pada dokter ahli kejiwaan.

Gejala depresi tidak bisa membaik dengan sendirinya dan bisa memburuk jika tidak ditangani. Karena itu, saran dari ahli merupakan yang terbaik.

Jika ciri-ciri depresi pada remaja mungkin dianggap sebagai kenakalan biasa. Namun, jika remaja tersebut benar-benar mengalami depresi dan dibiarkan tanpa pengobatan maka bisa berkembang dan menimbulkan komplikasi.

Berikut ini beberapa komplikasi dan masalah lain yang berkaitan dengan depresi pada remaja yang mungkin terjadi:

  • Penyalahgunaan alkohol dan narkoba
  • Masalah akademis
  • Konflik keluarga dan masalah dalam membina hubungan sosial
  • Terlibat dalam masalah hukum
  • Adanya upaya bunuh diri

Sebelum hal ini terjadi, alangkah baiknya mendiagnosis depresi pada remaja dengan berbagai pemeriksaan seperti tes laboratorium, ujian fisik, dan evaluasi psikologis.

Itulah berbagai informasi mengenai ciri-ciri depresi yang biasanya dialami oleh para remaja. Hal ini tentu saja sangat penting apalagi bagi para orang tua. Semoga bermanfaat.

Mau Tau Mentalmu Kuat Atau Tidak? Perhatikan Karakter Ini Di Dalam Dirimu

Saat baru lulus sekolah dan memasuki dunia perkuliahan, kita diharuskan untuk mengubah mindset dan mental kita supaya lebih kuat.

Karena, dunia perkuliahan memang tak sama dengan dunia sekolah. Jika di sekolah, kita tinggal menyantap apa yang disediakan. Sedangkan di perkuliahan, kita memilih sendiri apa yang terbaik untuk kita.

Karena itulah mahasiswa dituntut untuk memiliki mental sekuat baja untuk menjalani perkuliahan. Kalau mentalmu lembek, bisa-bisa kebiasaannya terbawa sampai ke dunia kerja nanti.

Ujung-ujungnya, kamu bakal jadi anak muda yang biasa aja. Jangan sampai seperti itu ya!

Karakter Ini Menunjukkan Bahwa Kamu Punya Mental Kuat

Secara teori, pengalaman hidup membuat kita lebih kuat dan menjadikan kita anak muda yang lebih baik.

Nah, coba kalian cek ke dalam diri kalian apakah kalian memiliki ciri-ciri di bawah ini. kalau punya, berarti kamu bermental kuat dan sudah siap menjalani hidup yang lebih keras lagi.

1.Tahu Bagaimana Menjaga Keseimbangan Emosi dan Logika

Ini bukan tentang apakah kamu lebih sering menggunakan perasaan atau logika. Ini tentang bagaimana kamu bisa menyeimbangkan keduanya.

Menurut psikolog, keduanya sama penting dan orang yang bermental kuat tahu kapan harus menyeimbangkan keduanya untuk membuat sebuah keputusan.

2.Tahu Bagaimana Menghabiskan Waktu Dengan Produktif

Banyak orang yang punya seribu alasan untuk tidak mengerjakan tugas dengan baik. Mereka yang mentalnya lemah biasanya menyalahkan keadaan.

Namun mereka yang bermental kuat focus untuk mengerjakan hal-hal penting dan nggak membuang-buang waktu. Intinya terus produktif dalam kegiatan sehari-hari.

3.Tahu Bagaimana Beradaptasi Dengan Perubahan

Hidup terus berubah. Dan kadang perubahannya gak semudah yang kita harapkan. Sebagian besar orang memilih untuk gak mau berubah dan tetap berada di zona nyaman.

Namun, mereka yang bermental kuat focus dalam menghadapi perubahan yang super cepat tersebut.

4.Tahu Bagaimana Belajar Dari Kesalahan

Banyak orang sukses bilang, lakukanlah banyak kesalahan ketika kita masih muda. Hal ini supaya kita bisa belajar lebih cepat dan bangkit dari kesalahan itu. Mereka yang bermental kuat akan benar-benar belajar dari kesalahannya.

5.Tahu Bahwa Merayakan Kesuksesan Orang Lain Itu Penting

Mereka yang punya mental kuat berarti tahu bagaimana bekerja sama. Kesuksesan orang lain gak pernah membuat mereka iri.

Mereka malah happy banget jika banyak orang sukses di sekelilingnya. Ini artinya, kamu bisa belajar banyak hal dari mereka. Kamu akan merasa terinspirasi, bukan terintimidasi.

6.Hidup dan Membuat Keputusan Berdasarkan Prinsip Yang Kamu Anut

Mereka yang bermental kuat selalu memperlihatkan prinsip yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, orang yang gak suka korupsi waktu gak akan pernah datang terlambat. Orang yang menghargai persahabatan gak akan pernah nikam sahabat dari belakang.

Atau orang yang menyayangi orang tua gak akan menyia nyiakan uang kuliah yang diberikan. Hal hal kecil sekalipun akan memperlihatkan bagaimana kamu menghormati prinsip kamu sendiri.

7.Tahu Bagaimana Bertanggung Jawa Atas Setiap Tindakan mu

Bukan rahasia lagi bahwa gak semua orang berani memperlihatkan tangan sesudah melempar batu. Mereka yang bermental kuat gak akan melakukan hal itu.

Mereka tidak takut bertanggung jawab atas kesalahan mereka dan tentu saja mereka terus belajar dari kesalahan itu.

Itulah 7 sifat yang mencerminkan bahwa kamu memiliki mental yang kuat dan sudah siap menghadapi kerasnya dunia. Mentalmu kuat tidak?

Apa Itu Serangan Panik dan Bagaimana Mengobatinya?

Pernah dengar istilah tentang serangan panic? Dimana orang secara tiba-tiba merasa serangan jantung dan mengira dirinya sedang kritis.

Hal ini mungkin dialami oleh kalian sendiri juga. Serangan panic ini umumnya banya dialami oleh remaja wanita hingga dewasa.

Serangan panic adalah munculnya rasa takut atau gelisah berlebihan secara tiba-tiba, kondisi yang juga disebut dengan serangan kegelisahan ini ditandai dengan detak jantung yang bertambah cepat, nafas menjadi pendek, pusing, otot tegang, atau gemetar.

Serangan ini bisa berlangsung selama beberapa menit atau hingga setengah ja,. Serangan panic bisa dialami sesekali dalam hidup, yang biasanya menghilang saat keadaan atau situasi pemicunya berakhir.

Namun, jika serangan panic terjadi secara berulang dan untuk jangka waktu yang lama, maka kondisi ini disebut gangguan panic.

Apa Itu Serangan Panik

Serangan panic merupakan timbulnya rasa takut yang datang secara tiba-tiba tanpa penyebab dengan mengalami serangan jantung hingga mengira dirinya sedang kritis.

Gejala serangan panic umumnya muncul dengan tiba-tiba dan berlangsung selama 5 – 20 menit hingga 1 jam.

Beberapa gejala serangan panic diantaranya:

  • Gemetar
  • Sakit tenggorokan dan sulit bernafas
  • Detak jantung yang cepat dan keras
  • Adanya kram perut
  • Sakit dada
  • Pusing atau bahkan pingsan
  • Rasa mual
  • Mati rasa atau kebal
  • Keringat berlebihan

Serangan panic juga memiliki gejala serupa dengan penyakit lain, seperti serangan jantung. Jika ada yang mengalami serangan panic namun menyerupai gejala serangan jantung, disarankan untuk segera lakukan pemeriksaan pada dokter ahli.

Penyebab Serangan Panik

Kasus serangan panic biasanya menyerang tanpa peringatan dan tak kenal wakti. Ada beberapa faktor yang berperan dalam terjadinya serangan panic:

  • Stress berlebihan
  • Temperamen yang udah terpengaruh oleh stress
  • Memiliki riwayat pelecehan fisik atau seksual semasa kecil
  • Faktor genetic dalam keluarga
  • Peristiwa traumatis
  • Perubahan zat yang berdampak pada fungsi otak untuk bekerja
  • Mengonsumsi minuman berkafein yang berlebihan

Cara Mengobati Serangan Panik

Mengobati serangan panic dapat dengan beberapa cara yang dipilih dan disesuaikan berdaraskan kondisi pengidap, riwayat penyakit, diantaranya:

  • Obat-obatan

Pengobatan serangan panic dapat menggunakan obat-obatan, karena efektif dalam mengurangi adanya gejala serangan panic dan depresi.

Membutuhkan waktu beberapa minggu hingga menunjukkan adanya perubahan pada gejala yang dirasakan. Serta perhatikan bahwa penggunaan obat-obatan memiliki efek samping jika diberikan kepada wanita hamil. 

  • Psikoterapi

Terapi dianggap sebagai pengobatan yang paling efektif untuk mengobati serangan panic, dan dikenal dengan terapi wicara.

Selain itu, memiliki cara untuk perawatan diri juga membantu untuk dapat mengenali dan mengendalikan gejala pada pengidap serangan panic seperti:

  • Aktif secara fisik menjaga suasana hati (mood)
  • Berlatih mengelola stress dan relaksasi
  • Mengikuti jadwal dan program pengobatan
  • Menjaga waktu tidur
  • Tetap focus pada teknik pernapasan dan relaksasi yang direkomendasikan terapis dan hindari melawan serangan tersebut.

Cara Mencegah Serangan Panik

Pencegahan dari serangan panic adalah dengan cara mengikuti rangkaian perawatan yang direkomendasikan oleh dokter dan tetap menjaga tubuh mu tetap aktif.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk ke dokter? Segeralah hubungi dokter jika kalian merasakan gejala-gejala di atas.

Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit.

Itulah informasi lengkap mengenai serangan panic. Semoga artikel ini bermanfaat.

Apa Itu Mental Block?

Pernah mendengar kata mental block sebelumnya? Kata-kata ini sudah cukup familiar beberapa waktu ini.

Umumnya, kata mental block sering digunakan untuk merepresentasikan kondisi dimana pikiran menghambat kita untuk melakukan sesuatu sesuai keinginan kita.

Lalu, apa sebenarnya mental block itu?

Yuk Kenali Apa Itu Mental Block

Mental block berasal dari 2 kata, Mental dan Block. Secara ringkas, mental block merupakan penekanan atau pengekangan terhadap memori atau pikiran dalam diri seseorang.

Mental block bekerja sebagai sebuah hambatan psikologis yang ada dalam diri seseorang yang menghalangi untuk meraih apa yang diinginkan atau dibutuhkannya.

Hal ini bisa terjadi karena adanya suatu pengalaman hidup yang sangat traumatic, baik secara mental maupun fisik sehingga menghasilkan suatu perasaan dan pikiran yang tidak menyenangkan.

Adanya pengalaman yang tidak menyenangkan ini (sangat menyakitkan, menakutkan, dan lain sebagainya) membuat pikiran bawah sadar menangkap ini adalah hal atau pikiran atau memori yang berbahaya sehingga berusaha melindungi dengan berbagai cara.

Beberapa cara pikiran bawah sadar melindungi yaitu dengan membuat lupa akan suatu ingatan, takut melakukan sesuatu yang tampaknya mudah, sbaotase diri pada pekerjaan atau hubungan, dan lain-lain.

Mental block juga bisa terjadi jika secara sadar kita menginginkan suatu perasaan atau memori untuk dilupakan atau dipendam.

Tujuan awal dari melindungi, menekan, atau melupakan ini sebenarnya mencegah agar perasaan atau memori menyakitkan atau menakutkan itu tak terjadi lagi.

Namun, karena terlalu lama terpendam dan mengakar kuat, maka hal itu menjadi sebuah kepercayaan baru yang terkadang menjadi suatu hal yang tidak masuk akal.

Kepercayaan baru yang sudah tidak relevan ini pun akhirnya menghambat potensi seseorang dalam berkembang untuk bisa menjadi lebih besar lagi.

Selaras dengan hukum alam, segala sesuatu memiliki dua sisi koin seperti halnya juga dengan mental block.

Walau memiliki dampak negative, namun mental block juga memiliki dampak positif  seperti menahan kita untuk melakukan hal-hal negative.

Contoh mental block:

Saya mendapat email dari seorang pembaca buku, sebut saja Bu Asri, yang mengeluh bahwa ia telah berusaha keras untuk menaikkan penghasilannya namun selalu gagal.

Setelah membaca buku The Secret of Mindset dan mendengarkan CD Ego State Therapy ia menemukan program pikiran yang menghambat dirinya, khususnya di aspek finansial.

Ternyata dulu, saat akan menikah, ia mendapat wejangan dari ibunya, “Nak, ingat ya… nanti waktu menjadi seorang istri, cintai suamimu dengan tulus, baik di kala suka mapun duka, layani dengan sepenuh hati, tempatkan suami sebagai kepala rumah tangga, jaga perasaan dan harga diri suami, jangan melebihi suamimu…….”

Pembaca, wejangan (baca: program) ini tentu sangat baik. Namun menjadi masalah karena program ini justru menghambat upaya Bu Asri meningkatkan penghasilannya.

Selidik punya selidik ternyata penghasilan Bu Asri saat ini sama dengan penghasilan suaminya. Makanya saat ia berusaha menaikkan income-nya selalu saja ada hambatan.

Program ini yang menghambat dan tujuannya juga sangat “positif” yaitu agar Bu Asri bisa menjadi istri yang baik sesuai wejangan ibunya.

Karena itu, sangat baik untuk mengenal diri dan mental block yang dimiliki agar bisa membantu dalam perkembangan diri kita untuk menjadi lebih baik.

Pergunakan sisi positifnya dan kendalikan sisi negatifnya dengan melepaskan memori negative yang tersimpan. Salah satu cara paling populer dan efektif  saat ini adalah dengan metode hipnoterapi.

Melalui metode hipnoterapi, kalian diajak untuk mengenali memori dan perasaan negative yang mengganggu tersebut dan bisa melihat momen tersebut lebih netral sehingga kalian bisa menangkan pesan yang ingin disampaikan melalui momen tersebut namun tak terbawa perasaan negative yang mengganggu kalian.

Ciri Emotional Breakdown Yang Harus Diperhatikan

Emotional atau nervous breakdown dikategorikan Sebagai situasi penuh stress yang bisa membuat seseorang tak mampu berfungsi secara normal dalam kesehariannya.

Biasanya disebabkan oleh stress dan rasa cemas saat seseorang merasa overwhelmed atau kewalahan dalam satu aspek dalam hidupnya, misalnya pekerjaan, hubungan, dan stress sosial.

Walau begitu, ini bukanlah kondisi ataupun istilah medis, namun bisa berkembang menjadi gangguan mental yang perlu diwaspadai dan ditangani segera.

Ciri Emotional Breakdown Yang Harus Kamu Tahu

Emotional Breakdown adalah cara tubuh memberitahu bahwa sudah kelewat batas, berikut ini adalah 6 tanda emotional breakdown.

1.Detak Jantung tak Beraturan

Emotional Breakdown bisa diidentifikasi melalui beberapa gejala fisik, detak jantung tak beraturan cenderung menjadi yang paling sering dirasakan.

Saat kamu mengalami emotional breakdown, kamu sering merasa jantungmu berdebar-debar hingga nyaris menyesakkan. Ini bisa memperburuk masalahnya dan bisa membuatmu sulit untuk menenangkan diri.

2.Kepala Sakit dan Tegang

Stress dan rasa cemas bisa menjadi sumber tanda yang satu ini. Karena dua hal tersebut mampu mengganggu kita secara fisik dan sering keinginan kita untuk memendam segala hal membuat tubuh kita menjadi tegang.

Pada akhirnya, rasa tegang ini berpindah ke kepala dan menyebabkan rasa sakit. Jika kamu mendadak merasa membungkuk atau tidak berjalan dengan benar, coba benarkan posturmu dan pijat bagian tengkukmu.

3.Jam Tidur Berantakan

Saat stress, tidurmu juga akan ikut berantakan dan sulit mendapat tidur yang cukup. Kadang, stress yang intens bisa menyebabkan tidur berlebihan, di mana saat bangun kamu akan merasa kurang tidur atau kamu merasa ingin berada di kasur saja seharian.

Stress juga bisa menyebabkan insomnia, yang membuatmu terjaga hingga berjam-jam atau bangun dari tidur berkali-kali dan terbangun lebih awal.

4.Sering Mulas

Stress, gelisah, dan kecemasan menjadi akar dari sakit perut kronis. Sistem pencernaan berhubungan secara langsung dengan kesehatan mentalmu, sehingga ketika pencernaanmu bermasalah, kemungkinan besar otakmu juga memiliki masalah.

Sindrom iritasi usus atau IBS biasanya dipicu oleh sistem imun yang merespon terhadap kadar stress berlebihan.

5.Sulit Konsentrasi

Tanda lainnya adalah kesusahan untuk berkonsentrasi. Pikiranmu terlalu berfokus pada banyak hal terlalu lama dan kini nyaris tak mungkin untuk berkonsentrrasi pada kegiatan atau tugas tertentu.

Stress memiliki kemampuan untuk meningkatkan ruang penyimpanan di dalam otak dan membantumu berkonsentrasi, namun stress kronis justru kebalikannya.

Dalam beberapa kasus yang parah, stress bahkan bisa mulai menghancurkan kemampuan otak dalam menyimpan memori.

6.Cemas

Rasa cemas timbul dari rasa takut yang intens dan kronis. Rasa ini membuat nyaris mustahil untuk melihat selain masa kini karena adanya rasa atau sensasi lumpuh.

Phobia biasanya lebih terkait dengan rasa takut itu sendiri karena membuat orang menjadi stress. Biasanya pada pengidapnya akan diresepkan obat-obatan, namun akan lebih baik menggunakan perawatan alamiah seperti melakukan yoga atau berolahraga rutin.

Nah, itulah 6 tanda dari emotional breakdown yang harus kalian perhatikan. Jika sudah mengalami gejala-gejala seperti itu, sebaiknya cari tahu penyebabnya dan segera berkonsultasi.

Atau, lupakan sejenak pikiran tersebut dengan keluar bersama teman-teman atau keluarga kalian. Buat diri kalian lebih rileks dan santai untuk menghindari dan agar tak terjadi emotional breakdown tersebut.

Semoga artikel ini bermanfaat dan semoga kalian selalu dalam keadaan yang sehat dan juga bahagia.