Mau Jadi TNI? Ketahui Dulu Tes Fisiknya

TNI banyak melakukan kegaiatn fisik yang prima dengan demikian hanya calon dengan kemampuan fisik yang baik yang bisa lulus menjadi TNI.

Namun, calon tak perlu khawatir jika kemampuan fisik bukan bawaan lahir. Karena kemampuan itu bisa diperoleh dengan cara berlatih.

Namun, harus disadari bahwa latihan yang dilakukan bukan sekedar latihan. Latihan tersebut harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan benar sesuai dengan jenis tes yang akan dihadapi.

Jenis Tes Fisik TNI

Di bawah ini kami berikan berbagai tes fisik yang harus dilewati oleh calon TNI untuk kalian yang berencana menjadi TNI.

1.Lari Selama 12 Menit

Semua orang yang sehat tentu sering berlari. Namun, berlari si sini bukan berlari biasa melainkan berlari yang terukur baik waktu maupun jarak tempuhnya.

Karena itu, kalian harus sering berlatih latihan pertama yaitu berlari selama 12 menit, sebaiknya lakukan latihan ini dengan mengelilingi lapangan sepak bola berukuran standar 400 m.

Untuk calon peserta pria, setidaknya mencapai 6 kali atau 2400 meter selama 12 menit, untuk calon wanita setidaknya mencapai 5 kali atau 2000 meter, lakukan Latihan lari ini secara rutin agar kemampuan dapat meningkat dari waktu ke waktu.

2.Pull Up untuk pria dan Wanita Chinning untuk wanita

Pull Up untuk calon pria adalah gerakan yang diawali dengan bergantung pada tongkat horizontal kemudian menarik badan ke atas sampai dagu melewati tongkat itu dan kembali turun sampai tangan lurus.

Sedangkan calon wanita lakukan chinning dengan berdiri di depan tongkat mendatar kaki tetap menginjak tanah kemudian tarik badan ke depan dan kembali ke belakang latihan ini minimal lakukan sebanyak 40 kali secara sempurna.

3. Sit Up

Sit Up adalah gerakan yang sangat mengandalkan kekuatan otot perut tujuannya memang untuk memperkuat otot perut.

Posisi tangan dianyam di belakang kepala, pada saat terlentang ke belakang kedua siku tangan harus menyentuh lantai, pada saat bangun upayakan sampai mencium lutut latihan ini dilakukan dengan hati-hati jangan sampai menimbulkan cedera pada otot perut karena pemaksaan.

4. Push Up

Push Up adalah Gerakan naik turun dengan bertumpu pada kedua tangan dan kaki untuk laki-laki bertumpu pada ujung kaki dan wanita bertumpu pada lutut saat turun badan tidak menyentuh tanah dan pada saat naik tangan kembali lurus lakukan gerakan secara sempurna.

karena hanya gerakan yang sempurna yang dihitung untuk calon laki-laki setidaknya 35 kali dan 30 kali untuk wanita seluruh gerakan dilakukan tidak lebih dari 1 menit.

5. Shuttle run

Shuttle run adalah lari membentuk angka 8 di antara 2 buah tiang yang berjarak 10 m sebanyak tiga kali sampai Kembali ke tempat start semula tes ini untuk mengukur akselerasi dan kelincahan,

tiap peserta upayakan waktu yang diperlukan tidak lebih dari 20 detik meskipun tampak muda calon peserta Tes harus rajin berlatih pada awalnya mungkin calon memerlukan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan kegiatan sateran

6. Renang

Keterampilan berenang tidak dapat diperoleh secara instan Oleh karena itu calon peserta Tes terutama yang belum dapat berenang harus memulai berlatih beberapa bulan sebelum pelaksanaan Tes.

Namun harus diingat bahwa berlatih berenang Sebaiknya tidak dilakukan sendirian ajaklah teman atau pelatih Mengapa untuk menjaga kemungkinan terjadinya kecelakaan atau tenggelam.

Jika berlatih sendiri berlatihlah di kolam yang dangkal mula-mula menyelam lah sampai seluruh tubuh benang berdiam lah disana beberapa saat sesuai kemampuan menahan nafas untuk menyesuaikan diri sekaligus untuk menghilangkan rasa takut.

Jika sudah dapat berenang berlatihlah dengan gaya bebas atau gaya apa saja yang dikuasai berlatihlah seminggu sekali atau dua kali sampai mampu menempuh jarak 25 M berlatihlah dengan rutin dan sungguh-sungguh untuk mencapai hasil yang maksimal.

Itulah 6 tes fisik yang akan dilakukan jika kalian mendaftar TNI. Sudah siap?

Cara Menjaga Kesehatan Tubuh Untuk Menghindari Stress

Siapa sih yang mau terkena penyakit? Tentu setiap orang pasti menginginkan tubuh yang sehat. Namun, untuk mendapatkan tubuh yang sehat kita harus pintar-pintar menjaganya.

Menjaga tubuh tetap sehat juga akan mengurangi kemungkinan stress yang akan terjadi pada diri kita. Sayangnya, belum banyak orang yang mengerti hal ini.

Cara Menjaga Kesehatan Tubuh

Sebenarnya, ada banyak hal yang bisa kalian lakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Nah, untuk memudahkan kalian, di bawah ini kami berikan beberapa tips untuk menjaga kesehatan tubuh yang bisa kalian lakukan.

1.Makan Sayuran

Sayuran hijau dan berdaun kaya akan vitamin yang bisa membantu kalian menjaga diet tetap seimbang serta mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Memakan sayuran criciferous, seperti brokoli, kembang kol, dan kol, dapat membantu mengirimkan sinyal kimia ke tubuh yang meningkatkan protein pada permukaan sel yang diperlukan untuk membuat kerja sistem kekebalan tubuh lebih optimal.

2.Kosumsi Vitamin D

Kurang vitamin D dalam tubuh akan menyebabkan gejala seperti pertumbuhan tulang yang buruk, masalah jantung, serta sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Makanan yang mengandung sumber vitamin D yang baik antara lain hati sapi, telur, ikan tuna, ikan salmon, dan jamur.

Kalian juga bisa membeli suplemen vitamin D dan pilih yang mengandung D3 karena ini baik dalam meningkatkan kadar vitamin D dalam darah.

3.Olahraga Rutin

Dengan aktif berolahraga secara rutin tentu saja akan membuat tubuh kalian lebih bugar dan langsing. Kalian bisa memulainya dengan olahraga ringan seperti berjalan kaki.

Penelitian juga membuktikan bahwa olahraga teratur bisa mencegah peradangan dan penyakit kronis, mempercepat peredaran sel darah putih, serta mengurangi stress.

4.Minum Teh Hijau

The hijau memiliki manfaat kesehatan yang baik karena memiliki tingkat antioksidan yang tinggi. Kandungan ini bisa menurunkan tekanan darah seta mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

5.Tidur Cukup

Tidur yang cukup juga menjadi salah satu kunci kekebalan tubuh yang kuat. Orang yang tidur minimal 8 jam setiap malam selama dua minggu akan menunjukkan kekebalan tubuh yang kuat dari serangan virus dan kuman bakteri.

Sementara orang yang tidur kurang dari 6 jam setiap malam akan 4 kali lebih mudah mengalami flu karena virus dibandingkan orang yang tidur 7 jam atau lebih.

Hal ini disebabkan oleh Sitokin yang dilepaskan tubuh selama tidur. Sitokin adalah sejenis protein yang membantu tubuh melawan infeksi dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

6.Kelola Stress Dengan Baik

Stress terbukti bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga membuat orang lebih mudah terserang penyakit.

Kortisol akan membantu melawan peadangan dan penyakit. Pelepasan hormon secara konstan pada orang yang mengalami stres kronis ternyata dapat mengurangi kemampuan hormon tersebut.

Hal ini bisa mengakibatkan tubuh mengalami peradangan dan rentan terhadap penyakit. Jadi, salah satu cara menjaga kesehatan tubuh yang tepat adalah dengan mengendalikan stress.

Kalian bisa mencoba melakukan latihan yoga atau meditasi untuk mengendalikan atau menghilangkan stress.

7.Bersosialisasi

Rasa kesepian seringkali dikaitkan sebagai pemicu dari beberapa penyakit, terutama pada orang yang baru sembuh dari operasi jantung.

Penelitian menunjukan bahwa isolasi sosial dapat meningkatkan stres, yang memperlambat respon kekebalan tubuh dan kemampuan untuk menyembuhkan dengan cepat.

Itulah 7 tips menjaga kesehatan tubuh agar tidak cepat stress. Semoga artikel ini bermanfaat.

Pernah Dengar Skizofrenia Paranoid? Yuk Ketahui Apa Itu dan Apa Penyebabnya

Skizofrenia Paranoid adalah salah satu tipe Skizofrenia dimana pengidapnya mengalami delusi bahwa orang lain ingin melawan dirinya atau anggota keluarganya.

Sementara, Paranoid adalah jenis Skizofrenia dengan kasus yang sering terjadi. Umumnya, penderita Skizofrenia Paranoid akan merasa bahwa dirinya lebih kuat, lebih hebat, dan bahkan memiliki pengaruh besar dari musuh-musuh khayalan mereka lewat halusinasi tak nyata yang mereka alami.

Apa Penyebab Skizofrenia Paranoid?

Skizofrenia Paranoid memiliki berbagai faktor yang bisa meningkatkan peluang seseorang untuk mengalaminya, antara lain:

  • Infeksi virus dan malnutrisi pada janin
  • Usia ketika mengandung
  • Stres pada usia muda
  • Rasa trauma saat masih anak-anak
  • Adanya penyalahgunaan obat-obatan

Beberapa peneilitian menyebutkan bahwa kebanyakan jenis Skizofrenia Paranoid disebabkan oleh terjadinya disfungsi pada otak yang terjadi karena faktor keturunan dan lingkungan.

Pemicunya sendiri adalah stress dan trauma. Selain itu, stress pada usia muda, penyalahgunaan obat-obat tertentu, dan obat-obatan terlarang atau narkoba bisa menjadi salah satu penyebab dan faktor risiko Skizofrenia Paranoid bisa terjadi.

Aspek psikologis berperan sangat penting dalam memicu timbulnya Skizofrenia Paranoid pada seseorang.

Selain stress di usia muda, rasa trauma pada masa kecil juga bisa memicu Skizofrenia Paranoid. Rasa trauma tersebut bisa terjadi karena banyak hal.

Misalnya menerima perlakuan yang tidak menyenangkan secara fisik maupun verbal saat masih kecil, atau melihat kejadian yang sulit dilupakan dan mencip0takan kekuatan tersendiri sampai menginjak usia dewasa.

Gejala Skizofrenia Paranoid

Gejala utama bagi para pengidap Skizofrenia Paranoid adalah:

  • Delusi paranoid yang rutin dan stabil.
  • Merasa dirinya lebih hebat dari kenyataan.
  • Halusinasi suara.
  • Rasa cemas, curiga dan suka menyendiri.
  • Mengalami perasaan cemburu tidak realistis.
  • Mempunyai gangguan persepsi.

Pengidap Skizofrenia Paranoid juga memiliki gejala ringan dari gejala utama yang timbul, seperti:

  • Terobsesi dengan keadaan sekarat atau kekerasan.
  • Suasana hati yang tidak stabil.
  • Berubah pola tidur dan makan.
  • Meningkatnya konsumsi minuman keras atau obat-obatan.
  • Mengucapkan salam perpisahan yang tidak biasa.
  • Membagikan barang pribadi pada orang terdekat.

Diagnosis terhadap Skizofrenia Paranoid bisa dilakukan melalui berbagai pemeriksaan. Hal ini karena banyaknya pemeriksaan dan evaluasi terhadap gejala yang muncul agar dokter tak salah mendiagnosis atau tertukar dengan gangguan kejiwaan lainnya.

Pemeriksaan atau diagnosis terhadap Skizofrenia Paranoid dilakukan melalui pemeriksaan darah, proyeksi atau pencitraan otak dan saraf (neuroimaging test) menggunakan MRI, dan pemeriksaan riwayat keluarga atau keturunan.

Selain itu, ada pemeriksaan lewat hasil tes dan evaluasi dari psikiater yang juga harus dilakukan. Seseorang dapat didiagnosa Skizofrenia Paranoid jika sudah mengalami dua gejala utama selama satu bulan atau lebih.

Terutama saat gejala utama yang dirasakan tersebut sudah menghambat aktivitas sehari-hari orang tersebut.

Pengobatan Skizofrenia Paranoid

Pengidap Skizofrenia Paranoid bisa diobati dengan cara dibawah ini:

  • Perawatan di rumah sakit jiwa
  • Pelatihan keterampilan dan bersosialisasi
  • Pemberian obat-obatan
  • Terapi elektrokonvulsif

Pencegahan Skizofrenia Paranoid

Sampai sekarang, langkah untuk mencegah Skizofrenia Paranoid belum ditemukan. Namun untuk menghindari faktor risiko yang muncul, bisa dilakukan dengan cara berikut:

  • Memperhatikan kesehatan janin

Hal ini dilakukan agar janin tak terinfeksi virus. Selain itu, kebutuhan gizi dan janin harus diperhatikan agar malnutrisi pada kandungan tak terjadi.

  • Menjaga Kesehatan Pikiran

Stress pada usia muda dapat memicu Skizofrenia Paranoid. Karena itu, kesehatan pikiran harus dilakukan dengan menghindari aktivitas yang menimbulkan stress untuk sementara waktu, melakukan kegiatan yang positif dan produktif, liburan, dan lain-lain.

  • Menghindari penggunaan obat-obatan tertentu

Beberapa kandungan dalam obat obatan bisa memicu dan menigkatkan faktor risiko seseorang mengalami Skizofrenia Paranoid.

Itulah penjelasan lengkap mengenai penyakit Skizofrenia Paranoid. Semoga artikel ini bermanfaat.

Cara Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi

Pandemic virus Corona tak bisa dipungkiri selalu menimbulkan keresahan. Jutaan orang terinfeksi di seluruh dunia, ratusan ribu orang meninggal serta ratusan ribu lainnya mengalami penyakit serius dan efek kesehatan jangka panjang.

Namun, bukan hanya itu saja efek pandemic ini, pandemic ini bahkan mengancam kesehatan mental banyak orang.

Mulai dari kecemasan yang terus menerus seputar virus dan kemungkinan infeksi, hingga kekhawatoran tentang orang-orang tercinta yang tinggal jauh serta mereka yang membutuhkan fasilitas perawatan jangka panjang.

Bahkan, sampai terjadi pertengkaran dengan pasangan dan anak-anak yang belakangan ini seringkali terjadi.

Cara Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi Corona

Lalu, apa saja yang bisa kita lakukan utnuk menjaga kesehatan mental kita selama maa karantina ini? Bagaimana kita bisa mendapatkan bantuan yang kita butuhkan tanpa membahayakan kesehatan fisik?

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental selama pandemic virus corona ini.

1.Bertemu Online Dengan Keluarga dan Teman

Dunia mungkin terkunci, namun internet masih berfungsi, itulah salah satu dari sekian banyak kabar baik bagi kesehatan mental kita.

Dengan koneksi internet, kita masih bisa menghubungi keluarga serta kakek nenek yang ada di kampong halaman, mengobrol dengan orang tersayang yang tinggal jauh, berbicara dengan guru sekolah tentang rencana pelajaran atau menghubungi teman-teman dekat untuk tertawa bersama.

Koneksi online semacam ini bisa menjaga kesehatan mental kita selama masa karantina, jadi kalian bisa memanfaatkan alat teknologi yang kalian miliki.

2.Jadwalkan Sesi Terapi Online

Kalian mungkin pernah mendengar kisah tentang tukang cukur dan penata rambut yang mengandalkan panggilan video dengan klien mereka, mebimbing mereka langkah demi langkah untuk membatu mereka memotong rambut mereka sendiri.

Jika sesuatu yang sepele seperti memotong rambut dapat dilakukan dengan obrolan video, mengapa tidak sesuatu yang mendalam seperti terapi?

Sesi terapi online bisa menjadi hal yang tepat untuk menjaga kesehatan mental, membangkitkan semangat, memberi mekanisme mengatasi apa yang kita butuhkan, dan membantu kta melewati masa karantina dengan kondisi emosional yang baik.

Jika kalian sudah pernah menemui terapis, coba tanyakan apakah mereka dapat mejadwalkan sesi pengobatan jarak jauh melalui video.

3.Bantu Orang Lain Yang Membutuhkan

Banyak orang yang terena imbas secara ekonomi akibat pandemic virus corona, terutama di masa karantina.

Selain banyak orang kehilangan pekerjaan, jutaan usaha kecil di ambang kehancuran finansial. Realitas Konomi akibat pandemic virus corona benar-benar meresahkan.

Dalam kondisi ini, kamu bisa menjadi secercah cahaya bagi orang yang membutuhkan. Yang kamu perlukan hanyalah waktu dan keinginan untuk mewujudkannya.

Kamu bisa membagikan makanan untuk orang yang membutuhkan, menggalang sumbangan untuk membeli alat kesehatan yang kemudian disumbangkan ke rumah sakit atau membagikan masker sekaligus mengedukasi orang-orang yang tak bisa tinggal di rumah karena harus bekerja.

Tidak ada yang lebih baik dari berbagi, terutama ketika ada begitu banyak orang lain yang sangat membutuhkan.

4.Manjakan Diri

Keinginan untuk memanjakan diri sendiri akan selalu tampak menggoda dalam menghadapi pandemic virus corona ini.

Namun, taka da salahnya kalau kamu memperlakukan diri sendiri dengan istimewa. Jika kamu merasa lelah dan berada di ambang krisis kesehatan mental, luangkan waktu sebentar untuk bernapas, rileks, dan lakukan sesuatu hanya untuk diri sendiri.

Kamu bisa menonton film dan acara TV Favorit, menikmati mandi busa, atau membaca buku sambil menyeruput secangkir teh.

Itulah beberapa cara untuk menjaga kesehatan mental kita selama pandemic virus corona ini. Semoga kalian semua selalu sehat dan dilindungi.

Hubungan Kesehatan Mental dan Kesehatan Fisik Yang Harus Kamu Perhatikan

Tubuh dapat dibilang benar-benar sehat jika kita menjaga kesehatan dan mental sekaligus, karena keduanya saling berhubungan.

Kesehatan fisik yang buruk dapat meningkatkan risiko terganggunya kesehatan mental. Sebaliknya, kesehatan mental yang buruk dapat mengakibatkan menurunnya kesehatan fisik kita.

Kesehatan Mental dan Fisik Yang Sama Pentingnya

Menurut Charles Goodstein, MD, seorang profesor psikiater klinis dari New York University’s Langone School of Medicine, otak kita memiliki hubungan yang erat dengan sistem endokrin yang bekerja sebagai pelepas hormone.

Hormone ini berpengaruh pada kesehatan mental kita. Pikiran dan perasaan kita dapat mempengaruhi hormone yang dilepaskan dari sistem endokrin yang kemudian akan mempengaruhi sistem kerja organ tubuh kita.

Ia juga mengatakan bahwa seringkali pasien datang ke dokter dengan keluhan pusing, letih, dan gangguan di perut.

Ternyata, penyebabnya adalah depresi, walau si pasien tidak secara terang-terangan merasa depresi.

Lalu, apa sih contoh pengaruh kesehatan mental terhadap kesehatan fisik?

Misalnya depresi, depresi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung, stroke, diabetes, dan kanker.

Kemungkinannya adalah karena depresi akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan kebiasaan-kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan depresi juga dapat meningkatkan  risiko terkena penyakit.

Misalnya seperti kurang aktivitas fisik dan menurunnya nafsu makan yang tentu saja akan mengurangi kesehatan tubuh.

Orang yang mengalami gangguan kesehatan mental atau sudah di diagnose mengalami depresi biasanya mengalami susah tidur, merasa mudah letih, konstipasi, tidak nafsu makan. Hal ini tentunya akan memberi dampak pada kesehatan fisik kita yang lainnya.

Selain itu, orang yang mengalami kecemasan, atau anxiety berisiko mengalami gangguan fisik yang berkaitan dengan tekanan darah. Umumnya adalah tekanan darah tinggi.

Lalu, apa yang harus dilakukan?

1.Berolahraga

Selain dapat menjaga kesehatan fisik kita, olahraga juga penting untuk menjaga kesehatan mental kita.

Penelitian menunjukkan bahwa berolahraga akan melepaskan hormone endorphin yang akan membuat kita merasa senang.

Kalian juga tak perlu berolahraga terlalu lama. Cukup jalan pagi selama 1-15 menit saja sudah cukup untuk meningkatkan energy dan membuat mood kita menjadi positif.

Jika kalian tak sempat berolahraga, yang penting kalian banyak melakukan aktivitas fisik.

2.Menjaga Pola Makan Sehat

Nutrisi dibutuhkan untuk mendukung kesehatan fisik dan mental kita.  Terapkan pola makan sehat dengan mengonsumsi protein, lemak esensial, karbohidrat kompleks, vitamin, mineral atau air putih dalam jumlah yang cukup.

Dengan menerapkan pola hidup yang sehat, fisik dan pikiran kita juga akan terasa lebih sehat dan tidak memicu sesuatu yang negative.

3.Tidur Yang Cukup

Kurang tidur bisa mempengaruhi kesehatan jantung, meningkatkan berat badan, dan tentu saja bisa mempengaruhi mood kita yang akan berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental kita.

4.Lakukan Pemeriksaan Rutin

Dalam hal ini bukan hanya untuk memantau kesehatan fisik kita namun juga kesehatan mental. Jadi, jika kalian merasa mengalami gangguan secara mental atau emosional, jangan pernah ragu untu bertemu dan berdiskusi dengan ahlinya.

Selain itu, luangkan juga waktu untuk berlibur atau sekedar bertemu dan berkumpul dengan teman-teman terdekat kalian.

Selalu beranikan diri untuk bisa lebih terbuka dan berbicara atau curhat kepada orang terdekat.  Karena, secara tidak langsung, dengan curhat kita akan bisa merasa  lebih tenang sehingga tidak memicu stress.

Semoga kalian juga selalu berada dalam kondisi yang sehat.