Hidup Boleh Miskin, Mental Jangan!

Ada banyak perbedaan yang terlihat saat kita menjadi kaya atau miskin. Hal ini bukan menyangkut tentang uang, melainkan tentang pola piker kita sebagai  manusia.

Kaya dan miskin bukan hanya soal usaha maupun keberuntungan. Ada faktor lain yang sangat mempengaruhi menentukan kesuksesan seseorang, yaitu mentalitas.

Mentalitas inilah yang mempengaruhi tindakan dan cara pengambilan keputusan seseorang. Salah satu dari sekian banyak perbedaan mental orang kaya dan orang moskin adalah bagaimana cara mereka menggunakan uangnya.

Mental Orang Kaya Vs Mental Orang Miskin

Meskipun sama-sama bekerja dan memiliki penghasilan, namun ada orang yang bijak dalam mengelola pendapatan hingga berhasil mengumpulkan jerih payahnya tersebut.

Namun ada juga yang penghasilannya hanya numpang lewat seperti air. Dari sinilah mentalitas berperan.

Nah, kalau kalian ingin tahu perbedaan antara orang kaya dan miskin dalam penggunaan uangnya, yuk simak dibawah dan ubah pola pikirmu.

1.Orang Miskin Fokus Pada Negativitas, Orang Kaya Selalu Mencari Peluang

Mental yang buruk akan lebih berfokus pada kalimat: aku tidak bisa melakukannya, ini tidak akan berhasil, saya tidak punya waktu, saya sudah mencobanya namun tak berhasil, dan lain-lain.

Tak ada rencana tertulis yang mereka siapkan untuk masa depan mereka. Bahkan, mereka lebih memlih uang dari pada waktu mereka yang berharga.

Di sisi lain, orang kaya akan selalu mencari peluang. Mereka memiliki rutinitasseperti olahraga, membaca buku inspiratif, dan belajar banyak hal yang bisa meningkatkan keterampilan mereka.

Bahkan, mungkin mereka akan memiliki mentor untuk mencari kebijaksanaan. Saat membeli asset, mereka juga akan berpikir tentang sebuah investasi yang menguntungkan, bukan sesuatu yang naik turun dan tidak pasti.

Orang kaya akan belajar banyak ilmu dari orang yang lebih sukses, merek akan berusaha untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari.

2.Orang Miskin Berpikir Bahwa Si Kaya Akan Memelihara Hidup Mereka, Orang Kaya Berdiri Diatas Kakinya Sendiri

Orang miskin seringkali terjebak dalam ilusi bahwa orang kaya memiliki tanggung jawa untuk merawat mereka. Inilah yang menghalangi si miskin untuk bertindak dan menghasilkan kekayaan.

Mereka bahkan akan kaget saat mengetahui bahwa kenyataannya tidak seperti itu. Akhirnya, mereka menyalahkan si kaya dan berkata bahwa orang-orang tersebut tidak peka terhadap kesulitan sesamanya.

Daripada mengukur diri dengan kemampuan orang lain, si kaya akan berdiri di atas kaki mereka sendiri semampu mereka.

Penting bagi mereka untuk mengharapkan bantuan dari orang lain. inilah yang menjadikan si kaya memiliki lebih banyak kreativitas.

3.Orang bermental kaya membeli fungsi, orang bermental miskin membeli gengsi

Saat membeli barang, orang bermental kaya akan lebih mengutamakan fungsi daripada gengsi. Mereka lebih memilih membeli barang yang tidak terlalu mewah namun awet dan berkualitas daripada harus membuang banyak yang untuk membei barang bermerk yang kualitasnya tidak sebanding.

Sebaliknya, orang bermental miskin tidak terlal peduli dengan fungsi karena lebih mengutamakan gengsi, asal terlihat keren dan wah, barang mahal pun tetap di beli.

4.Orang bermental kaya membuat uang bekerja untuknya, orang bermental miskin bekerja untuk uang

Orang bermentl kaya akan memilih untuk mengalokasikan sebagian uangnya untuk menambah asset dan berinvestasi.

Dari hasil investasi tersebut, mereka mempunyai pendapatan pasif yang menghasilkan sehingga tanpa bekerja pun mereka akan tetap produktif.

Orang bermental miskin tidak berpikir sejauh itu, mereka terlalu sibuk bekerja untuk mencari uang yang akhirnya hanya mereka habiskan untuk memenusi gengsi dan gaya hidup.

Itulah perbedaan antara mentalitas orang kaya dan orang miskin. Jadi, kamu termasuk yang mana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *