Sebagian besar orang masih banyak yang belum mengetahui apa itu mental abuse, kebanyakan orang hanya tahu tentang physical abuse, yaitu kekerasan fisik.

Padaal, mental abuse sama berbahayanya seperti physical abuse. Mental abuse disini bisa membuat pikiran seseorang menjadi tertekan dan mempengaruhi seluruh kehidupan orang tersebut.

Perbedaannya adalah physical abuse bisa terlihat secara kasat mata bahwa ada yang sedang disakiti secara fisik.

Sedangkan mental abuse merupakan orang yang disakiti secara mental melalui perlakuan verbal dan hasilnya tidak bisa dilihat secara kasat mata serta cenderung menghancurkan pikiran seseorang yang menerima perlakuan ini.

Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Mental Abuse

Mental abuse dan physical abuse umumnya sering terjadi dalam suatu hubungan percintaan, baik dalam suatu rumah tangga ataupun status berpacaran.

Berikut ini 10 ciri-ciri bahwa seseorang sedang mengalami mental abuse.

1.Hukuman

Memberikan hukuman dalam sebuah percintaan bertujuan agar satu pihak dapat mengontrol pihak ke dua sesuai dengan keinginannya.

Kalau pasangan kalian seperti itu, artinya kalian sedang mengalami mental abuse. Namun, hal ini masih versi permulaan dan masih ringan.

2.Ancaman

Seorang mental abuser akan menggunakan cara ini untuk mengancam kalian agar melakukan apa yang mereka inginkan atau supaya kalian tidak meninggalkannya.

Kalau kalian merasa pasangan kalian melakukan ini, berarti kalian sedang berada di hubungan yang tidak sehat.

3.Memaksa Untuk Memilih

Seorang mental abuser akan melakukan hal yang selalu menyudutkan kalian di situasi yang mengharuskan kalian untuk memilih.

Seperti misalnya, “Jadi kamu lebih pilih nongkrong sama temen daripada sama aku?” hal ini berarti ia meminta mu untuk memilih antara dia atau teman kalian.

Kalau sudah seperti ini, artinya kalian makin terlibat alam mental abuse ini.

4.Tidak Menghargai Privacy

Seorang mental abuser akan memaksa kalian untuk memberikan password HP kalian, password social media, password email, dan lain-lain untuk mengetahui serta memantau apa saja yang kalian lakukan dan kalian katakana kepada orang lain melalui media social kalian.

Jika mereka menemuka sesuatu yang mereka anggap salah, mereka akan memberikan tekanan terhadap kalian, seperti marah, omelan, cacian, atau perlakuan fisik yang tidak pantas.

Hal ini akan sangat mempengaruhi pikiran kalian, bahkan kalian akan jadi takut untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui DM, chat, atau lainnya. Hal ini juga mempengaruhi diri kalian yang mana kalian jadi diam-diam berbohong.

5.Menghancurkan atau Merusakkan Barang

Seorang mental abuser cenderung akan melakukan tindakan menghancurkan barang milik kalian yang kalian anggap penting atau berarti.

Saat sedang bertengkar, ia akan melempar atau menghancurlan barang-barang yang berada di sekitarnya atau jika kalian sedang berada di dalam mobil, ia akan menghancurkaninterior mobil mu atau mobil mereka sendiri.

Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap mental kalian dimana kalian akan ikut menghancurkan barang saat sedang bertengkar.

6.Larangan

Hal ini biasanya dilakukan oleh seorang mental abuser karena ia merasa insecure atau takut jika pasangannya direbut.

Seperti misalnya larangan untuk contact dengan lawan jenis, bahkan berteman dengan mereka. Larangan tersebut akan sangat berpengaruh bagi kesehatan mental kalian.

Kalian jadi tidak punya teman, tidak memiliki kebebasan waktu, merasa kesepian, bahkan tidak bisa bersosialisasi dengan baik.

Jika kalian sudah mengalami 6 hal tersebut, itu berarti kalian telah mengalami mental abuser. Hal ini tentu saja tidak baik bagi kesehatan mental kalian dan bisa berujung menyakiti diri kalian sendiri secara fisik.

Pernah Dengar Istilah Mental Abuse? Ini Penjelsannya

Navigasi pos


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *