Pernah Dengar Orang Bipolar? Yuk Ketahui Lebih Dalam!

Pernah Dengar Orang Bipolar? Yuk Ketahui Lebih Dalam!

Gangguan Bipolar merupakan kondisi kejiwaan yang membuat penderitanya mengalami perubahan emosi yang drastic, dari mania 9sangat senang), menjadi depresif (sangat terpurukk), atau pun sebaliknya.

Sebelum terjadi perubahan dari satu emosi ke emosi yang lain, biasanya terdapat fase dimana suasana hati atau emosi pasien normal.

Namun pada kasus tertentu, perubahan emosi juga bisa terjadi tanpa adanya fase normal. Tiap emosi atau gejala, baik mania maupun depresi, bisa berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Pernah Dengar Bipolar? Apa Itu?

Pernah Dengar Orang Bipolar? Yuk Ketahui Lebih Dalam!

Gejala mania yang muncul pada penderita gangguan bipolar bisa berupa:

  • Merasa sangat bahagia atau senang.
  • Berbicara sangat cepat, sering, dan tidak seperti keadaan normal.
  • Merasa sangat bersemangat.
  • Muncul rasa percaya diri yang berlebihan.
  • Keinginan untuk tidur menurun.
  • Tidak nafsu makan.
  • Mudah terganggu.

Gejala mania juga bisa ditandai dengan munculnya pikiran untuk membuat keputusan yang buruk atau cenderung bersikap impulsive.

Dalam hal ini penderita gangguan bipolar bisa secara tiba-tiba melakukan hubungan seksual yang tidak sehat, menyalahgunakan NAPZA, atau melakukan hal lain yang bisa merugikan dirinya bahkan orang lain.

Sedangkan gejala depresi yang muncul pada penderita bipolar dapat berupa:

  • Merasa sangat sedih dan putus asa.
  • Lemas dan kurang energi.
  • Sulit berkonsentrasi atau mengingat sesuatu.
  • Hilang keinginan untuk beraktivitas.
  • Merasa kesepian dan tidak berguna.
  • Merasa bersalah.
  • Pesimis terhadap segala hal.
  • Tidak nafsu makan.
  • Gangguan dalam tidur seperti sulit tidur atau bangun terlalu dini.
  • Delusi atau waham.
  • Muncul keinginan untuk bunuh diri.

Penderita gangguan bipolar juga bisa mengalami munculnya gejala mania dan depresif secara bersamaan.

Ada dua fase dalam gangguan bipolar, yaitu fase mania (naik) dan depresi (turun). Pada periode mania, pengidapnya jadi terlihat enerjik, bersemangat, dan bicara cepat.

Sedangkan pada periode depresi, pengidapnya justru akan terlihat sedih, lesu, dan hilang minat terhadap aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan perputaran episode suasana hati, ada sebagian pengidap gangguan bipolar yang mengalami keadaan normal di antara mania dan depresi.

Ada pula yang mengalami perputaran cepat dari mania ke depresi atau sebaliknya tanpa adanya periode normal (rapid cycling).

Selain itu, ada juga pengidap yang mengalami mania dan depresi secara bersamaan. Contohnya, ketika pengidap merasa sangat berenerjik namun di saat bersamaan juga merasa sangat sedih dan putus asa. Gejala ini dinamakan dengan periode campuran (mixed state).

Diagnosis lebih lanjut mengenai kondisi ini sangat dibutuhkan, sebab gejala gangguan bipolar mirip dengan kondisi lain, seperti penyakit tiroid, serta dampak dari kecanduan alkohol atau penyalahgunaan NAPZA.

Pemeriksaan yang dilakukan bisa dengan metode wawancara ke keluarga atau kerabat pengidap gangguan bipolar. Wawancara ini terkait gejala, seperti sejak kapan dan seberapa sering gejala muncul.

Pengidapnya juga kemudian akan dirujuk ke psikiater atau dokter spesialis kesehatan jiwa. Psikiater akan melakukan beberapa pengamatan terkait pola bicara, berpikir, dan bersikap.

Pskikiater juga mungkin akan menanyakan riwayat penyakit keluarga, riwayat penyakit, hingga pola tidur. Pengidapnya juga mungkin akan diberikan kuesioner yang dapat diisi.

Saat hasil pemeriksaan dirasa cukup, psikiater kemudian akan mengklasifikasikan kondisi seseorang berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).

Tujuan pengobatan gangguan bipolar adalah untuk menurunkan frekuensi terjadinya fase-fase mania dan depresi agar pengidapnya dapat hidup secara normal dan membaur dengan lingkungan.

Selain memperbaiki pola hidup, penanganan biasanya mencakup pemberian obat- obatan yang dikombinasikan dengan terapi psikologis (contohnya terapi perilaku kognitif).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *