Yuk Ketahui Apa Itu Usia Mental

Ada 3 jenis usia, yaitu usia kronologis, usia mental, dan usia biologis. Usia kronologis adalah perhitungan usia diumulai dari kelahiran hingga sekarang.

Sedangkan usia mental adalah perhitungan yang didapatkan dari taraf kemampuan mental seseorang.

Jika ada anak berusia 4 tahun lalu belum dapat berbicara dengan kalimat lengkap serta menunjukkan perkembangan yang setara dengan anak berusia 1 tahum dapat disimpulkan usia mental anak ini adalah 1 tahun.

Beda lagi dengan usia biologis, yaitu perhitungan usia berdasarkan kematangan biologis yang dimiliki seseorang. Seperti misalnya wajah yang terlihat lebih tua dibanding umur kronologisnya.

Usia biologis biasanya berkaitan dengan kondisi sel dan jaringan-jaringan tubuh. Penyakit, stress, pola hidup, dan lainnya sangat mempengaruhi usia biologis.

Apa Itu Usia Mental?

Konsep usia mental dikembangkan oleh seorang tokoh psikologi, yaitu Alfred Binet. Ia mengatakan bahwa usia mental merupakan tingkat perkembangan mental seseorang dibanding dengan orang lain seusianya.

Selanjutnya tokoh lain, Willian Stern mengatakan bahwa IQ seseorang didapat dari usia mental dibagi usia kronologisnya kemudian di kali kan 100.

Mental merupakan kekuatan diri. Cara sederhana untuk mengetahui apakah seseorang memiliki mental yang kuat atau lemah adalah dengan memperhatikan saat mereka tidur.

Jika mereka memiliki mental yang masih lemah, maka pasti akan sering mengalami mimpi buruk. Penelitian menunjukkan bahwa mental lemah akan 75% lebih mudah mengalami mimpi buruk dari pada mereka yang telah memiliki mental lebih kuat.

Jika tidak ingin mengalami mimpi buruk, maka tingkatkan kekuatan diri kalian. Salah satu cara utama untuk meningkatkan kekuatan dan usia mental adalah dengan berpikir dan bertindak secara dewasa.

Namun orang dengan mental yang kuat tidak selalu akan kuat. Ada saat-saat dimana seseorang dengan mental dan kepribadian yang kuat dapat melemah.

Kegagalan melakukan sesuatu, kehilangan sesuatu yang berharga, kehilangan seseorang yang dikasihi, dapat menyebabkan mental kuat menjadi tidak percaya diri dan goyah lalu mentalnya melemah.

Namun, jika ditangani dengan benar, kelemahan mental hanya bersifat sementara. Seseorang dengan mental yang kuat tidak akan mudah menyerah.

Seperti pepatah, “You never know how strong your are until being strong is the ONLY option you have left” (anda tidak pernah tahu seberapa kuat diri anda sampai satu-satunya pilihan yang tersisa adalah menjadi kuat).

Seseorang dengan mental yang kuat tahu bahwa mereka hanya punya satu pilihan, yaitu pilihan untuk berhasil.

Walaupun saat ini mereka sedang mengalami kegagalan atau mereka mengalami banyak kegagalan, namun satu hal yang pasti mereka tahu adalah suatu saat nanti mereka memang akan berhasil.

Dapat disimpulkan bahwa seseorang yang mampu berpikir tentang makna dan hakikat hidup secara mendalam maka orang tersebut adalah orang yang cerdas karena ia memiliki usia mental yang sangat tinggi.

Mereka dengan usia mental yang tinggi tidak mudah menyerah dan putus ada meski mengalami banyak kesukaran.

Ia akan berupaya sedapat mungkin mengarungi badai kehidupan dengan tekad yang keras, berpikir kreatif, mengandalkan Pencipta mereka dan sesame manusia, bersyukur, dan baribadah.

Sebaliknya, orang dengan usia mental yang rendah akan mudah marah, emosional, mudah tersinggung, mudah ketakutan, tidak tegas, mudah diombang-ambing dan tidak mampu menguasai emosinya.

Dengan cara yang sama, sukacita dan semangat memang tak dapat menghentikan masalah namun itu bisa membuat kita terus berjalan menembus masa-masa yang sulit.

Jadi, berapa umur mental kalian?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *